
Pelukis Cahaya
60 Episode
Semua Episode

Episode 37Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 38Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 39Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 40Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 41Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 42Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 43Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 44Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 45Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 46Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 47Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 48Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.