
Pelukis Cahaya
60 Episode
Semua Episode

Episode 25Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 26Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 27Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 28Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 29Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 30Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 31Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 32Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 33Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 34Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 35Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 36Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.