
Pelukis Cahaya
60 Episode
Semua Episode

Episode 13Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 14Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 15Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 16Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 17Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 18Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 19Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 20Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 21Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 22Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 23Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.

Episode 24Naomi Gunawan, siswi jenius yang mati setelah dituduh menyontek oleh adik angkatnya, Wellis, tiba-tiba terbangun kembali ke hari sebelum kompetisi penting. Ia sudah membakar catatan contekan dan berusaha menjaga jarak dari Wellis, tetapi orang tuanya tetap memihak sang adik. Saat lomba dimulai, sebuah contekan misterius lagi-lagi muncul di mejanya, persis seperti tragedi sebelumnya, sementara Wellis tersenyum puas. Naomi pun sadar, menghindar tidak akan mengubah apa pun. Kini ia memilih untuk melawan, meski hatinya berdebar dan ia masih mencari cara menghadapi semua ini.